3 Cara Efektif untuk Redam dan Kurangi Suara Keras Genset

tips meredam suara genset
ilustrasi

Penggunaan generator set yang menghasilkan bunyi bising kerapkali dapat mengganggu lingkungan sekitar. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredam suara genset yang bising. Sebuah mesin genset, baik itu yang berukuran kecil apalagi yang besar atau yang biasa digunakan di pabrik, tentunya saat digunakan akan mengeluarkan suara yang cukup keras dan sangat berisik.

Memang ada saja yang pihak sekitar yang mentolerir suara berisik dan keras yang dihasilkan oleh sebuah mesin genset yang kita nyalakan, namun menurut aturan kesehatan, seorang manusia tidak boleh berada atau berjarak kurang lebih 7 meter dari lokasi mesin yang mengeluarkan suara keras atau melebihi ambang batas normal, yaitu 80 desibel (db). Selain tidak diperbolehkan berada sekitar 7 meter dari genset berisik tersebut, seseorang juga sangat tidak dianjurkan untuk terus-menerus mendengarkan suara keras yang dihasilkan mesin itu selama 8 jam lamanya.

Oleh karenanya, dibutuhkan satu penanganan khusus agar suara berisik dan keras yang dihasilkan mesin genset tidak mencemari lingkungan sebagai polusi suara.

1. Cara meredam suara bising yang dihasilkan genset

Sebenarnya tidak ada cara khusus yang dapat dilakukan untuk dapat menghilangkan suara berisik dan keras hasil dari aktifnya sebuah mesin genset. Walaupun pihak pabrik pembuatnya telah mendesain sedemikian rupa, akan tetapi suara tetap dapat keluar dan didengar orang jika tidak ada peredamnya.

Oleh karenanya, jika memang suara berisik dan keras tidak dapat dihilangkan, maka cara satu-satunya adalah dengan meredam dan mengurangi tingkat desibelnya. Dan berikut ini adalah beberapa ide untuk dapat meredam dan mengurangi suara berisik, bising dan keras yang dikeluarkan genset.

2. Hidupkan di tempat yang tertutup

Walaupun belum sepenuhnya efektif, akan tetapi meletakkan dan menghidupkan genset di sebuah tempat tertutup, maka dapat mengurangi tingkat suara yang dihasilkan. Namun, dianjurkan untuk mencari tempat yang masih menyisakan beberapa rongga untuk ventilasi. Hal itu berfungsi sebagai tempat keluarnya asap yang merupakan hasil pembakaran di dalam mesin. Jika membiarkan asap tersebut tidak dapat keluar dari ruangan, maka dikhawatirkan dapat berbalik ‘menyerang’ mesin dan kemudian membuatnya lebih cepat aus.

3. Menggunakan kotak khusus yang memiliki kekedapan

Kotak khusus yang dimaksud memang tidak tersedia di pasaran, oleh karenanya Anda dapat membuatnya sendiri melalui kotak bekas sesuatu yang berukuran besar atau menggunakan kayu yang dirancang sendiri. Seperti halnya poin pertama di atas, ada baiknya bagi Anda untuk tidak lupa memberikan lubang untuk sirkulasi udara pada kotak tersebut. Lebih bagus lagi jika Anda mengikutsertakan fan yang biasa digunakan di sebuah komputer sebagai sarana menyedot asap yang terkurung di dalam kotak. Hanya saja, Anda diharapkan dapat mencari bahan yang kuat dan wajib mengukurnya secara tepat karena mesin genset pada umumnya ketika aktif akan bergetar dan dapat membentur serta merusak kotak jika material yang digunakan tidak kuat, serta justru menghasilkan suara yang tak kalah kerasnya jika kotaknya terlalu longgar.

4. Meletakkan di dalam tanah

Cara yang satu ini rata-rata banyak digunakan oleh perkantoran besar, yaitu meletakkan mesin genset di bawah tanah. Tentu saja akan ada effort yang dibutuhkan untuk dapat melakukannya. Akan tetapi meletakkan genset di bawah tanah dirasa cukup efektif karena suara akan langsung membentur dinding-dinding tanah dan berkurang tingkat kekencangannya saat berhasil menerobos keluar. Dan seperti 2 poin di atas, maka dianjurkan melengkapi tempat penyimpanan tersebut dengan lubang ventilasi sebagai sirkulasi.

Jadi, walaupun sekarang ini sudah ada yang jual genset silent yang diklaim tidak berisik, akan tetapi tetap saja, proses mesin di dalamnya tersebut akan masih menimbulkan suara dan 3 cara di atas dapat digunakan sebagai peredam dan peminimalisirnya.

Write a Reply or Comment