4 Gangguan Listrik yang Sering Dialami Oleh Pengguna Alat Elektronik

Penggunaan listrik memang sudah menjadi salah satu kebutuhan hidup kita di jaman modern ini. Semua hal yang berkaitan dengan alat rumah tangga bahkan perkantoran membutuhkan energi listrik. Tapi tentu saja ada beberapa gangguan yang sering dihasilkan dari arus listrik ini. Para pengguna awam hingga para pengusaha yang bergelut di industri pasti sering mendapatkan gangguan listrik seperti ini. Berikut ini ada 4 gangguan listrik yang sering dialami oleh pengguna alat elektronik.

  1. Noise

Noise merupakan sebuah gangguan berupa naik turunnya tegangan listrik atau voltase. Pada kasus seperti ini gangguan naik turunnya tegangan tidaklah banyak. Misalnya jika standar voltase tegangan listrik 1 phase adalah 220 volt, maka noise akan memngakibatkan tegangan turun atau naik menjadi 220 atau 240 volt. Tentu saja hal yag lebih berbahaya bisa terjadi meski kejadiannya tidak langsung drop atau naik sangat drastis, tapi perlahan. Untuk mengatasi gangguan listrik ini maka anda bisa mengatasinya dengan menggunakan Automatic Voltage Regulator (AVR) atau umumnya di masyarakat dikenal dengan istilah Stabilizer. Anda yang memiliki perangkat komputer di rumah pasti menyediakan stabilizier untuk menghindari gangguan noise ini yang dapat menyebabkan komputer rusak jika terjadi terus menerus.

  1. Blackout

Gangguan listrik ini biasa disebut dengan padam total. Pada kasus  ini, yang terjadi adalah sumber tenaga yang menyuplai arus listrik mati sehingga semua peralatan elektronik mati secara tiba-tiba. Jadi tidak ada aliran listrik sama sekali karena matinya sumber daya, inilah yang disebut dengan Blackout. Pengguna listrik di Indonesia yang disuplai oleh PLN biasanya akan melakukan pemadaman jika terjadi beberapa kendala seperti gardu induk yang bermasalah, sistem distribusi yang gagal, sistem pembangkit yang bermasalah, perbaikan, bencana alam, dan alasan lainnya. Bila anda pengguna komputer aktif, maka selain menggunakan stabilizer anda juga bisa menggunakan UPS (Uniterruptible Power Supply). Ini akan membuat komputer dan peralatan listrik yang tersambung bisa menyala dalam beberapa waktu sebelum daya yang disimpan di dalam baterai UPS habis. Tentu anda juga bisa menggunakan genset dalam hal ini. Salah satu merek genset yang sering digunakan saat pemadaman adalah genset Cummins. Tapi ada juga berbagai merek lain yang bisa anda temui di pasaran. 

  1. Brown Out/SAG

Para pengguna alat elektronik tampaknya sangat familiar dengan masalah Brown Out ini. Kondisi ini adalah gangguna listrik dimana turunnya tegangan listrik secara drastis hingga 50 persen dari yag seharusnya dan naik kembali ke kondisi normal dalam waktu yang sangat cepat. Brown Out ini biasanya terjadi hanya sepersekian detik namun dampaknya bisa dirasakan pada saat melihat lampu yang redup beberapa saat atau komputer yang restart sendiri. Hal ini disebabkan oleh tambahan beban dari sistem listrik di rumah anda. Biasanya karena ada salah satu tetangga atau alat elektronik berdaya besar yang dihidupkan sehingga sistem mencoba menyesuaikan aliran listrik untuk waktu yang sangat cepat. Bila ini sering terjadi bisa saja perangkat elektronik anda akan bermasalah dalam jangka waktu tertentu karena peralatan elektronik tersebut mendapat asupan daya yang tidak stabil.

  1. Surge dan Spike

Gangguan berikutny adalah Surge, sebuah keadaan dari kebalikan Brown out/SAG, yaitu tegangan naik hingga puluhan kali lipat dari yang seharusnya dan turun kembali dalam waktu yang juga sangat cepat. Hal ini terjadi ketika beban berat yang dialiri listrik selesai. Misalnya perangkat sound system yang dimatikan atau bisa juga karena tersambar petir. Gangguan ini bisa ditangani dengan alat UPS yang memiliki fitur Sure Protector.

Baca Juga: Kenali Komponen Penting Pada Mesin Genset

Write a Reply or Comment