Alat-Alat Pengukur Tegangan Arus Listrik

Listrik memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat, bahkan telah menjadi kebutuhan. Apalagi di zaman serba digital ini, hampir semua kegiatan membutuhkan aliran listrik. Tidak hanya untuk penerangan, tapi juga untuk kegiatan sehari-hari seperti mencuci, menyetrika, keperluan kantor, dan lain-lain.

Pada kondisi tertentu, terkadang ada sedikit gangguan berupa kerusakan pada alat listrik yang membuat Anda pada akhirnya harus mengukur tegangan atau besaran listrik. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis alat pengukur tegangan listrik yang sebaiknya Anda ketahui.

  • Amperemeter

Ampere Meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik. Biasanya saat memasang amperemeter harus diserikan dengan rangkaian yang sedang diukur arus listriknya. Jika Anda ingin mengukur arus yang lebih kecil, maka alat yang digunakan adalah miliamperemeter, mikroamperemeter, atau galvanometer.

  • Voltmeter

Voltmeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur beda potensial pada tegangan listrik.. Cara menggunakan voltmeter adalah memasang secara paralel dengan alat yang beda potensialnya. Voltmeter adalah kebalikan dari amperemeter. Sedangkan untuk nilai tegangan yang lebih kecil, Anda bisa menggunakan milivoltmeter, mikrovoltmeter, nanovoltmeter, sesuai dengan batas ketelitian yang diinginkan.

  • Ohm meter

Jika Anda ingin mengukur hambatan listrik pada rangkaian tertutup, maka alat yang digunakan adalah Ohm meter. Alat ini juga berfungsi mengukur daya untuk menahan mengalirnya arus listrik pada sebuah konduktor. Maka dari itu, alat ini diperlukan untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir pada sebuah hambatan listrik (R) , sehingga besaran hambatan listrik dinyatakan dalam Ohm.

  • Wattmeter

Wattmeter merupakan alat untuk mengukur daya listrik (P) yang dinyatakan dalam satuan watt. Alat ini digunakan untuk mengukur daya listrik pada satu sistem arus listrik dengan beberapa kondisi beban seperti: beban DC, beban AC satu phase serta beban AC tiga phase.

  • Multimeter

Multimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik (Ohm meter), tegangan (Voltmeter), dan arus listrik (Ampere). Alat ini terdiri dari dua jenis, yaitu multimeter digital dan multimeter analog. Dibandingkan multimeter analog , multimeter digital memiliki kelebihan pada tingkat ketelitian yang lebih tinggi dalam pengukuran. Persamaan dari multimeter tersebut adalah dapat mengukur listrik AC maupun DC.

  • KWH Meter

Tentunya Anda merasa familiar dengan alat yang satu ini karena Kwh Meter seringkali digunakan oleh pihak PLN untuk menghitung besarnya penggunaan daya oleh konsumen.  Kwh Meter terdiri dari beberapa bagian yang meliputi kumparan tegangan , kumparan arus , piringan aluminium , dan magnet tetap yang berfungsi untuk menetralkan piringan aluminium dari induksi medan magnet dan gear mekanik.

Write a Reply or Comment