Bahaya Listrik yang Tidak Stabil

Pernahkah Anda mengalami korsleting listrik atau tegangan listrik di rumah Anda secara mendadak turun? Jika pernah dan seringkali terjadi, sebaiknya Anda waspada. Korsleting listrik disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah pemakaian listrik yang tidak sesuai aturan. PLN sudah menegaskan bahwa penggunaan perangkat listrik harus sesuai dengan takarannya.

Saat Anda mendaftarkan listrik untuk pemakaian rumah tangga, maka Anda harus menggunakan listrik untuk keperluan rumah tangga saja, tidak boleh untuk bisnis, ataupun industri lainnya.

Apabila Anda ingin memakainya untuk keperluan bisnis, maka Anda harus mendaftar sebagai pelanggan tarif bisnis. Begitu pula jika Anda ingin menggunakannya untuk industri, Anda harus menjadi pelanggan dengan tarif industri.

Pemakaian listrik yang tidak sesuai aturan ini lah pada akhirnya menyebabkan tegangannya tidak stabil. JIka pemakaiannya terus berlanjut, tentu saja akan berakibat fatal. Berikut ini ulasan mengenai bahaya dari listrik yang tidak stabil.

  1. Aktivitas Dekat Jaringan Listrik

Sebaiknya Anda berhati-hati apabila beraktifitas di dekat jaringan listrik, seperti memperbaiki antena televisi, menebang pohon, atau bermain layang-layang. Jika ingin menebang pohon yang dekat dengan kabel PLN, sebaiknya Anda menghubungi PLN terdekat, agar petugas PLN segera membantu Anda supaya terhindar dari risiko tersetrum.

  1. Menggunakan Stop Kontak Bertumpuk

Penggunaan stop kontak yang bertumpuk dan masing-masing memerlukan daya yang besar, juga dapat menyebabkan tegangan listrik tidak stabil. Sebaiknya, hindari pemakaian stop kontak bertumpuk supaya terhindar dari resiko korsleting yang pada akhirnya menyebabkan kebakaran. Untuk mencegah hal tersebut pastikan peralatan listrik dan kabel instalasi di rumah Anda sesuai dengan standar SNI.

  1. Besarnya Daya Listrik Yang Tidak Sesuai

Besarnya daya listrik di rumah Anda harus sesuai dengan yang terdaftar di PLN. Misalnya Anda terdaftar dengan daya 1300 VA, maka Anda memiliki hak untuk mendapat daya sebesar itu, tapi tidak boleh lebih.

Lalu, pembayaran listrik harus sesuai dengan pemakaian kWh nya. Jika menggunakan 100 kWh, maka pembayarannya pun harus sebesar 100 kWH. Ketidaksesuaian dari pemakaian tenaga listrik sangat berpotensi membuat tegangan listrik di suatu daerah yang mendapatkan suplai listrik dari gardu yang sama menjadi turun atau tidak stabil, dan yang lebih berbahaya dapat berpotensi menyebabkan kebakaran.

Jadi, hindari aktivitas yang membuat tegangan listrik di rumah Anda menjadi tidak stabil. Sesuaikan pemakaian alat-alat listrik di rumah Anda sesuai dengan kebutuhan.

Write a Reply or Comment