BPD Salurkan Bantuan Genset Untuk Korban Banjir Pesanggaran

genset untuk pompa banjir
ilustrasi

Pada pertengahan tahun 2018 kemarin, tepatnya pada bulanJuli, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi luluh lantakkarena banjir bandang yang melanda daerah tersebut. Sebanyak 549 rumah mengalami kerusakan baik di skala ringan sampai dengan parah.

Usai Desa Alas malang, terjadi lagi banjir bandang diBanyuwangi yang melanda Petak 56 Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran di penghujung bulan November 2018 kemarin. Ada banyak kepala keluarga yang harus menjadi korban banjir bandang tersebut.

Oleh karenanya, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Banyuwangi mengambil inisiatif memberikan bantuan kepada 17 kepala keluarga dari Petak 56 Dusun Ringin agung yang rumahnya terisolasi oleh banjir yang terjadi.

Walaupun tidak sempat mengakibatkan korban jiwa, namun total kerugian yang harus ditanggung masyarakat cukup besar. Ditambah lagi, aktivitas menjadi terganggu saat banjir bandang terjadi.

Memang sangat sering daerah-daerah di Banyuwangi dihantam banjir bandang. Sebelum yang di Petak 56 Dusun Ringinagung itu, masih dikecamatan yang sama, banjir bandang juga terjadi selama satu hari penuh, yaitudari tanggal 27 sampai 28 November 2018 lalu. Banjir tersebut disebabkan volume air di beberapa sungai di sekitar daerah tersebut, seperti Kalisanggawe,Kaliwuluh, Kaligonggo dan Kalibaru, meluap.

Meluapnya air dari keempat sungai tersebut disebabkan oleh terjadinya penyempitan, pendangkalan dan penyumbatan aliran sehinggakapasitasnya meluber dan membanjiri pemukiman warga. Bahkan ketinggian air mencapai maksimal 2 meter tingginya.

Banjir bandang yang terjadi pada hari Selasa dan Rabu tersebut mengisolasi sekaligus merendam rumah penduduki di 4 dusun sekaligus,yaitu di Desa Pasanggaran (Dusun Ringinmulyo dan Dusun Ringinagung) serta DesaSumberagung (Dusun Rejoagung dan Dusun Silirbaru).

Tercatat secara total ada 556 kepala keluarga dari 4 dusun tersebut yang menjadi korban banjir bandang ini. 167 kepala keluarga berasal dari Dusun Ringin agung, 24 kepala keluarga dari Dusun Ringin mulyo, 300 kepala keluarga dari Dusun Silirbaru dan 65 kepala keluarga dari Dusun Rejoagung.

Sesaat ketika banjir bandang menerjang, Tim Reaksi Cepat(TRC) BPBD dan Tagana dengan personel sebanyak 10 orang langsung meluncur ketempat kejadian. Dalam aksinya tersebut, TRC BPBD dan Tagana membawa banyak peralatan yang digunakan sebagai media pertolongan, penyelamatan dan evakuasi.

Pihak TRC BPBD sendiri juga ikut membantu membersihkan rumah warga dan tempat-tempat belajar seperti sekolah, memberikan bantuan makanan dan juga menyediakan genset sebagai sarana alternatif untuk mendapatkan pasokanlistrik.

Terkait dengan seringnya daerah di Banyuwangi mengalami bencana berupa banjir bandang tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Fajar Suasana mengatakan bahwa pihaknya akan terus berusaha semaksimal mungkin memberikan bantuan dasar kepada warga. Bantuan yang diberikan pun sangat beragam, mulaidari selimut, tikar sampai dengan sembako.

Sampai sekarang ini, daerah-daerah yang sebelumnya menjadi korban bencana banjir bandang tersebut berangsur-angsur pulih. Aktivitas warga pun juga sudah dengan cepat kembali seperti sediakala. Walaupun suasana sudah menjadi tenang, namun pihak BPBD pun tetap waspada akan terjadinya bencana susulan atau juga yang lainnya. Ditambah lagi, bulan Desember 2018 ini sudah memasuki musim penghujan yang dapat membuat sungai meluap jika durasi hujan tersebut cukup lama.

Berkaca pada masalah di atas, memang ada wilayah atau daerah yang akan tetap mendapatkan pasokan listrik karena tiang-tiang dan generator listriknya tidak terkendala apapun, namun ada pula yang harus mengalami pemadaman. Oleh karena itu, mesin genset merupakan salah satu solusi tepatuntuk mendapatkan pasokan listrik ketika pemadaman terjadi. Dan untuk membeli genset murah, maka ABC Power merupakan tempat yang tepat untuk dituju.

Write a Reply or Comment