Seorang Dokter Meninggal Keracunan Gas Dari Genset, Apa Penyebabnya?

dokter meninggal menghirup gas racun dari genset
ilustrasi

Jual Genset – Satu hal yang tidak mengenakkan, terutama ketika hari menjelang petang yaitu saat banyak orang membutuhkan listrik sebagai sumber energi agar lampu menyala, tetapi justru terjadi pemadaman oleh PLN karena suatu hal. Bahkan di jam-jam ketika matahari masih bersinar terangpun, pemadaman listrik juga dirasa menjengkelkan karena ada banyak aktivitas yang harus terkendala. Ditambah lagi jika berawal dari pemadaman yang terjadi, ada seseorang yang harus kehilangan nyawanya.

Pada hari Sabtu (17/11) kemarin, ada seorang dokter muda bernama Archi Cerrya Oktiandini (25) yang sedang hamil 8 bulan ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya yang terletak di Jalan Iko Jatmiko, Kampung Kaum Pasir, Kelurahan Rangkasbelitung, Kecamatan Rangkasbelitung, Kabupaten, Lebak, Banten

Tubuh Archi yang sudah kaku tersebut ditemukan di dalam kamar kosnya pada jam 14.00 WIB. Dari informasi yang beredar, Archi sendiri adalah seorang dokter yang di hari sebelumnya berjaga shift tiga di Rumah Sakit Adjidarmo dari pukul 06.00 sampai 08.00 WIB. Dikarenakan kelelahan, saat pulang, dia langsung tidur di kamarnya di lantai dua.

Di hari itu juga, sejak pukul 04.00 WIB, terjadi pemadaman listrik di daerah sekitar kos Archi. Dikarenakan hal itu karyawan sebuah minimarket yang berada di bawah kamar kos Archi menyalakan genset. Menurut penuturan warga sekitar, genset tersebut sudah menyala sejak pukul 08.0 WIB.

Genset tersebut sempat mati sekitar pukul 10.00 WIB karena overheat dan kehabisan bahan bakar.  Karena kebutuhan listrik sangat besar, maka genset tersebut kembali dinyalakan. Namun hanya berselang beberapa menit saja, 3 orang karyawan dari minimarket tersebut yang diketahui bernama Heni (20), Fahri (27) dan Usup (21) mengaku mengalami sait kepala hebat dan mual-mual. Bahkan ada seorang pembeli yang bernama Maman (35) juga mengalami hal yang sama.

Karena khawatir kondisi kesehatan dari ketiga karyawan tersebut menjadi lebih buruk lagi, maka teman-temannya yang lain langsung melarikan Usup dan Fahri ke RSUD Adjidarmo. Keduanya langsung masuk ke bagian Instalasi Gawat Darurat (UGD). Di saat yang sama, salah seorang dokter di RSUD Adjidarmo tersebut meminta seorang karyawan dari minimarket untuk memeriksa keadaan Archi.

Sesaat berada di kos Archi, karyawan minimarket yang dibantu oleh beberapa warga sekitar harus mendobrak pintu kamar karena terkunci dari dalam. Dan ketika pintu kamar sudah terbuka, Archi sudah ditemukan tidak sadarkan diri dengan busa yang terus keluar dari mulutnya.

Menurut penuturan saksi yang saat itu ikut mengevakuasi Archi, tidak ada tanda-tanda napas atau detak jantung. Untuk mengetahui kondisi Archi lebih lanjut, warga langsung membawa ibu muda tersebut ke RSUD Adjidarmo untuk mendapatkan pertolongan secepatnya. Sayangnya, setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Archi telah meninggal dunia.

Akhirnya, kasus tersebut ditangani pihak kepolisian di daerah Rangkasbitung. Dan pihak kepolisian masih belum menentukan siapa yang harus bertanggung jawab akan kejadian tersebut karena terus melakukan investigasi. Hanya saja, menurut Kapolsek Rangkasbitung Ajun Komisaris Ugum Taryana memperkirakan Archi meninggal dunia karena terlalu banyak menghirup gas karbon monoksida yang menjadi hasil pembakaran bahan bakar di genset di bawah kamarnya itu. Gas karbon monoksida sendiri merupakan hasil dari pembakaran genset. Gas ini tidak berbau dan tidak terlihat, tetapi bisa mematikan dalam waktu cepat. Sebaiknya genset diletakkan di luar rumah untuk menghindari asapnya masuk dan menyebabkan keracunan. Ada baiknya juga Anda lebih jeli dalam membeli genset, pilih yang berkualitas seperti Genset Perkins dari ABC Power. Genset murah Perkins dari ABC Power jelas terjamin kualitasnya

Write a Reply or Comment