Fakta Mengenai Konsumsi Listrik Indonesia yang Tertinggal dengan Negara Tetangga

Genset negara indonesia dan negara tetangga

Menurut data yang dimiliki Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (SDM), konsumsi listrik Indonesia pada tahun 2017 belum mencapai target, bahkan tertinggal jauh dibandingkan dengan negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura. Konsumsi listrik Indonesia pada tahun 2017 per kapitanya sebesar 1.012 kilowatt per jam (kWh), sedangkan pemerintah menargetkan sebesar 1.058 kWh per kapitanya.

Berdasarkan data International Energy Agency 2016. untuk konsumsi listrik di negara tetangga Malaysia yaitu sebesar 4.640 kWh per kapita dan Singapura yaitu sebesar 8.950 kWh per kapita. Sehingga dapat disimpulkan jika konsumsi listrik negara Malaysia, 4 kali lebih besar dan Singapura, 8 kali lebih besar dibandingkan dengan Indonesia. Pada tahun 2018 ini diharapkan konsumsi listrik Indonesia mencapai target yang dinaikkan kembali sebesar 1.129 kWh.

Tidak tercapainya target pemerintah terhadap konsumsi listrik Indonesia disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya yaitu terjadinya kelesuan aktivitas industri seperti pertokoan yang tutup sehingga berpengaruh terhadap menurunnya konsumsi listrik.

Konsumsi listrik sangat erat kaitannya dengan kondisi ekonomi dan menjadi indikator tingkat kemajuan pembangunan di negara itu sendiri. Semakin tinggi konsumsi listrik maka bisa dikatakan tingkat pembangunan di negara tersebut lebih maju. Terdapat konsesus yang menyatakan, jika suatu negara bisa disebut maju jika konsumsi listrik per kapitanya lebih dari 2.500 kWh.

Untuk membantu dalam mendorong konsumsi listrik Indonesia, pemerintah menerapkan peraturan Presiden tentang mobil listrik dan juga membuat program penambahan daya gratis dengan harapan bisa menaikkan konsumsi listrik. Selain itu, kompetisi olahraga se Asia (Asian Games) 2018 di kota Jakarta-Palembang juga diharapkan dapat memicu pertumbuhan listrik yang diperkirakan mencapai 34 ribu Mega Watt (MW) yang artinya menjadi meningkat sebesar 6 persen. PLN Disjaya juga telah mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik dengan membangun infrastruktur dan menjamin ketersediaan pasokan listrik yang handal.

Pasokan listrik atau alat penambah daya listrik memang sangat penting baik untuk acara bergensi seperti Asian Games 2018 atau digunakan di berbagai sektor industri bahkan untuk keperluan sehari-hari di rumah. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan manusia dalam mengerjakan berbagai aktivitas dengan menggunakan bantuan listrik untuk mempermudah. PLN bisa saja memadamkan listrik jika pasokannya tidak mencukupi, maka dari itu kita memerlukan alat bantu seperti mesin genset agar aktivitas tetap dapat dilakukan dengan aman dan nyaman.

Akan lebih  baik jika Anda menggunakan ABC Power Genset yang sudah teruji dan berpengalaman di bidang permesinan dan tersertifikasi ISO 90001:2015 dengan ribuan produk berbagai macam industri seperti pertambangan, migas, telekomunikasi, perbankan, konstruksi, manufaktor, retail dan masih banyak lagi. ABC Power jual genset dengan harga genset murah dan tetap dengan produk yang orisinil, berkualitas dan bergaransi 150% pengembalian uang jika produk terbukti tidak baru serta garansi produk selama 2 tahun lamanya.

ABC Power hanyak menjual genset berkualitas tinggi dengan merek genset Perkins, Cummins, Foton, Lovol, Mitsubishi, Stamford, Leroy Somer, Deutsz, MTU, atau Sinocox. Anda bebas menghubungi product specialist untuk menanyakan soal spesifikasi, instalansi, atau rekomendasi yang terbaik bagi Anda secara gratis, tanpa dipungut biaya dan komitmen apa pun. Selain membeli, Anda juga bisa sewa genset baik secara harian, mingguan atau pun bulanan sesuai dengan kebutuhan.

Hubungi segera ke nomor 021-2255-7715 atau melalui email ke sales@abcpowergenset.com untuk mencari tahu mesin genset yang Anda perlukan.

 

Write a Reply or Comment