Cara Menghitung Satuan Watt Ampere dan Volt

Cara Menghitung Satuan Listrik

Listrik adalah sumber energi penting di zaman modern ini. Mayoritas teknologi di zaman sekarang ini digerakan oleh listrik. Ternyata listrik memiliki satuan, sama hal nya seperti suhu.

Satuan listrik yang ada adalah watt, ampere dan volt atau voltase. Lalu 1 Ampere itu berapa watt, atau 1 Watt berapa Ampere, 1 Volt berapa Ampere, 1 Ampere berapa Volt, 1 watt berapa Volt, dan sebagainya. Bagi anda yang awam mengenai ilmu kelistrikan tentu hal tersebut akan menjadi suatu hal yang wajar untuk dipertanyakan serta menjadi suatu hal yang perlu untuk kita ketahui.

Lalu apa sebenarnya yang disebut dengan satuan Watt, Ampere dan Volt tersebut? Serta bagaimana cara menghitung antara Watt, Ampere dan Volt? Ok sebelum anda melihat katalog harga genset kami, alangkah baiknya kita harus mengenal terlebih dahulu definisi dari masing-masing satuan listrik tersebut

Watt

Watt adalah satuan listrik untuk menyatakan besaran daya (Power) dari berbagai peralatan listrik. Satuan Watt ditemukan oleh James Watt seorang penemu kebangsaan Skotlandia. Satuan watt pada umumnya dapat kita jumpai pada berbagai peralatan listrik yang biasa digunakan di rumah seperti Lampu, Setrika, Mesin cuci, Pompa air, dan sebagainya. Untuk menyalakan peralatan listrik tersebut digunakan satuan Watt yang menyatakan seberapa besar daya listrik yang dibutuhkan. Selain itu, satuan Watt juga dapat kita temukan pada peralatan listrik lainnya, seperti Genset 1000Watt, Stabilizer 500Watt, dan sebagainya. Jadi satuan Watt menyatakan seberapa besar daya listrik yang dapat ditanggung oleh berbagai alat listrik tersebut.

Ampere

Besaran arus listrik yang mengalir pada alat listrik yang digunakan menggunakan satuan Ampere. Satuan Ampere dapat juga kita temui pada berbagai macam peralatan listrik di rumah, Seperti MCB, Stopkontak, dan lain-lain. Satuan Ampere menyatakan seberapa besar arus listrik maksimal yang dapat dialirkan melalui alat listrik tersebut. Setrika listrik 220watt/ 1 Ampere, Mesin cuci 450Watt / 2Ampere, dan sebagainya merupakan macam peralatan listrik yang menggunakan satuan ampere. Satuan Ampere disini menyatakan besaran Arus yang mengalir saat alat listrik tersebut dinyalakan.

Voltase

Volt merupakan satuan listrik untuk menyatakan besaran Tegangan listrik yang dihasilkan atau dibutuhkan dari berbagai sumber listrik. Berbagai macam alat listrik yang menggunakan satuan volt dapat kita jumpai pada alat listrik di rumah, seperti pada Lampu tertulis 220Volt, Mesin Cuci 220Volt, dan sebagainya. Besaran tegangan listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan berbagai alat listrik tersebut dinyatakan dengan Satuan Volt. Selain itu, Satuan Volt dapat kita jumpai pada berbagai pembangkit listrik, seperti Genset 220Volt, Genset 380 Volt/220Volt 3 fasa, dan sebagainya. Jadi besaran tegangan listrik yang dapat dihasilkan dari berbagai pembangkit listrik tersebut adalah Satuan Volt.

Hubungan Satuan antara Watt, Ampere dan Volt?

Volt merupakan satuan Tegangan listrik yang pertama kali dihasilkan dari pembangkit listrik baik itu PLN maupun Genset, tanpa adanya tegangan listrik yang dihasilkan maka tidak dapat menghasilkan satuan watt atau ampere. Jadi alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu satuan Volt.

Prinsip kerja GGL menghasilkan tegangan listrik dari sebuah pembangkit listrik, tegangan yang dihasilkan sebelum digunakan disebut dengan GGL (E), lalu saat Tegangan listrik ini dialirkan ke berbagai alat listrik maka disebut dengan Tegangan Jepit (V). Kemudian pada saat Tegangan dialirkan pada suatu alat listrik, maka akan menghasilkan Arus listrik yang disebut dengan satuan Ampere.

Seberapa besar nilai tahanan pada suatu alat listrik mempengaruhi besaran Arus listrik yang mengalir dari sumber listrik menuju Alat listrik. Hal tersebut biasa disebut dengan Daya listrik dalam satuan Watt.

Cara Menghitung Satuan Listrik

Semakin besar nilai Resistan (Ohm) pada suatu alat listrik, maka semakin kecil daya (Watt) yang dibutuhkan, dan semakin kecil pula arus listrik (Ampere) yang dihasilkan, dengan besar tegangan (Volt) tetap.

Semakin kecil nilai Resistan (Ohm) pada suatu alat listrik, maka semakin besar daya (Watt) yang dibutuhkan, dan semakin besar pula arus listrik (Ampere) yang dihasilkan, dengan besar tegangan (Volt) tetap.

Semakin Besar Tegangan listrik (Volt) yang digunakan, maka semakin kecil arus listrik (Ampere) yang dihasilkan dengan beban daya (Watt) yang sama.

Semakin kecil Tegangan listrik (Volt) yang digunakan, maka semakin besar arus listrik (Ampere) yang dihasilkan dengan beban daya (Watt) yang sama. Pernyataan diatas dapat kita buktikan pada beberapa contoh perhitungan berikut ini:

Contoh Perhitungan:
Suatu alat listrik memiliki nilai resistan sebesar 100Ohm, kemudian dialiri tegangan listrik sebesar 220Volt, maka arus listrik yang mengalir adalah:

Hukum Ohm: V= I x R

V: Tegangan listrik (Volt)
I: Arus listrik (Ampere)
R: Resistan (Ohm)

  • V = I x R
  • 220Volt = I x 100ohm
  • I = 220Volt : 100ohm
  • I = 2,2 Ampere

Lalu, Berapa Ampere Arus listrik yang dihasilkan jika nilai Resistannya diperbesar menjadi 200ohm?

  • V = I x R
  • 220Volt = I x 200ohm
  • I = 220Volt : 200ohm
  • I = 1,1 Ampere

Kesimpulan: Semakin besar nilai resistan maka semakin kecil arus listrik yang mengalir (Tegangan tetap), begitu juga sebaliknya. Lalu, berapa besar Daya listrik (Watt), jika tegangan listriknya 220Volt dan arus listriknya 2,2Ampere?

Rumus Daya (Watt): P = V x I

P: Daya listrik (Watt)
V: Tegangan listrik (Volt)
I: Arus listrik (Ampere)

  • P = V x I
  • P = 220Volt x 2,2Ampere
  • P = 484 Watt.

Lalu, Berapa besar daya listrik (Watt) jika nilai arus listrik diperkecil menjadi 1,1 Ampere?

  • P = V x I
  • P = 220Volt x 1,1Ampere
  • P = 242 Watt.

Kesimpulan: Semakin besar Daya (Watt) maka semakin besar Arus listrik yang dihasilkan (Tegangan tetap), begitu juga sebaliknya. Jadi jika ada pertanyaan 220 volt berapa watt harus diperhatikan juga berapa besaran amperenya

Lalu, bagaimana jika Tegangan yang diubah menjadi lebih besar atau lebih kecil?

Contoh perhitungan:
Jika Suatu instalasi listrik memerlukan daya listrik sebesar 484Watt, saat diberi tegangan listrik 220Volt maka menghasilkan arus listrik sebesar 2,2Ampere. Jadi berapa arus listrik yang dihasilkan jika tegangan diubah menjadi 380Volt?

  • P = V x I
  • 484Watt = 380Volt x I
  • I = 484Watt : 380Volt
  • I = 1,27 Ampere.

Kesimpulan, Semakin besar tegangan listrik yang digunakan, maka semakin kecil arus listrik yang mengalir (dengan besar daya tetap).

Namun perlu diingat, untuk mengubah tegangan tersebut hanya digunakan pada beberapa jaringan dari sumber pembangkit menuju Trafo, kemudian diturunkan kembali sesuai dengan besar tegangan listrik yang dibutuhkan sebelum dialirkan ke Alat listrik.

Jika alat listrik tertulis 220Volt, maka tidak bisa digunakan dengan tegangan 380Volt. Dari perhitungan diatas, maka kita dapat menghitung 1 Ampere berapa Watt, jika kita memahami tegangan listrik yang digunakan, sebagai contoh jika tegangan listrik yang digunakan sebesar 220Volt, maka:

1 Ampere berapa Watt?

  • P = V x I
  • P = 220Volt x 1Ampere
  • P = 220Watt

Jadi 1 Ampere itu adalah 220 Watt, jika tegangan listrik yang digunakan adalah 220Volt.

Ampere Watt
1 Ampere 220 watt
2 Ampere 440 watt
4 Ampere 880 watt
6 Ampere 1320 watt
8 Ampere 1760 watt
10 Ampere 2200 watt
12 Ampere 2640 watt
14 Ampere 3080 watt
16 Ampere 3520 watt
18 Ampere 3960 watt
20 Ampere 4400 watt

1 Watt berapa Ampere?

  • P = V x I
  • 1 Watt = 220Volt x I
  • I = 1watt : 220Volt
  • I = 0,0045 Ampere

Jadi, 1 watt sama dengan 0,0045ampere, jika tegangan listrik yang digunakan adalah 220Volt.

Watt Ampere Volt
1 Watt 0.00455 Ampere 220 volt
2 Watt 0.00909 Ampere 220 volt
4 Watt 0.01818 Ampere 220 volt
6 Watt 0.02727 Ampere 220 volt
8 Watt 0.03636 Ampere 220 volt
10 Watt 0.04545 Ampere 220 volt
12 Watt 0.05455 Ampere 220 volt
14 Watt 0.06364 Ampere 220 volt
16 Watt 0.07273 Ampere 220 volt
18 Watt 0.08182 Ampere 220 volt
20 Watt 0.09091 Ampere 220 volt

Catatan:
Perhitungan diatas adalah perhitungan yang sederhana, untuk beberapa perhitungan lainnya perlu kita hitung seberapa besar cosphi (Faktor daya), selain itu jika menggunakan listrik 3 phase memiliki perhitungan sebagai berikut:

P = V x I x Cosphi x akar3

Konversi MCB ke Watt

Berbicara soal daya dan tegangan listrik, tentu tidak lepas dengan yang namanya MCB. Pada dasarnya fungsi dari MCB adalah sebagai pembatas watt dalam sebuah instalasi listrik. Sehingga listrik akan ‘jeglek’ jika menjalankan alat dengan watt yang lebih besar dari batas MCB. Biasanya pada MCB akan tertulis kode berawalan huruf C diikuti oleh angka, misal C6, C8 dan C16. Adapun kode angka menunjukkan besaran ampere, misal C6 berarti berukuran 6 Ampere dan seterusnya. Sementara untuk volt pada MCB biasanya tertulis 230 volt.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, untuk mendapatkan Watt maka menggunakan rumus Watt = Volt x ampere, sehingga jika diketahui pada MCB C6 tertulis volt 230 volt, besar watt yang dapat dibatasi adalah 1380 watt.

MCB Watt
MCB C2 460 watt
MCB C3 690 watt
MCB C4 920 watt
MCB C5 1150 watt
MCB C6 1380 watt
MCB C10 2300 watt
MCB C16 3680 watt
MCB C20 4600 watt
MCB C25 5750 watt
MCB C32 7360 watt
MCB C40 9200 watt

Itulah Cara Menghitung Satuan Watt, Ampere dan Volt. Untuk mendapatkan energy cadangan gunakan mesin pembangkit listrik berupa genset yang orisinil dan baru dengan kualitas terbaik seperti ABC Power yang jual genset dengan garansi 150% money back jika produk terbukti tidak baru. Produk genset yang kami tawarkan sangat kompetitif, kami menyediakan genset murah dengan kualitas top. ABC Power menjual berbagai pilihan genset berdasarkan daya atau kapasitas yang Anda butuhkan dan juga berbagai pilihan merek seperti genset Perkins , Cummins Doosan, Foton,Lovol,Primero, Yanmar dan masih banyak lagi. Tunggu apalagi? Temukan genset kebutuhan Anda dengan menghubungi ke nomor telepon 021-2255-2501 atau melalui email ke sales@abcpowergenset.com sekarang juga

Bukan hanya itu, ABC Power juga menyediakan sewa genset murah secara harian, mingguan, dan bulanan sesuai dengan kebutuhan Anda. Hubungi segera product specialist dari ABC Power untuk berkonsultasi mengenai spesifikasi, instalansi, rekomendasi terbaik untuk Anda.