Pertamina Berikan Bantuan Solar Untuk Genset Di Palu-Donggala

bantuan genset Di Palu-Donggala

Musibah gempa dan juga tsunami yang terjadi di Palu, Donggala, dan beberapa daerah lain di sekitarnya menyisakan duka mendalam. Tak hanya untuk warga Palu yang menjadi korban, namun juga untuk seluruh masyarakat Indonesia. Banyak bantuan yang mengalir untuk meringankan beban para korban yang ada di Palu. Beberapa bantuan yang paling banyak dibutuhkan adalah makanan, obat-obatan, pakaian, peralatan sanitasi, serta susu dan makanan untuk bayi. Selain itu, genset pun menjadi barang yang sangat dibutuhkan sebab hampir semua gardu milik PLN yang ada di Palu mengalami kerusakan parah.

Mengingat hal tersebut, Pertamina turut memberikan bantuan berupa solar yang menjadi bahan bakar dari genset yang ada di daerah bencana. Pertama sendiri mengkhususkan pengiriman solar ini dilakukan di bangunan-bangunan publik yang membutuhkan aliran listrik lebih banyak dibanding area lain, seperti misalnya rumah sakit, PLN, dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang hingga hari ini masih bekerja keras untuk mengatur bantuan dan mengupayakan rehabilitasi di daerah yang terimbas bencana.

Pertamina sendiri mengirimkan bahan bakar jenis solar ke beberapa rumah sakit seperti RS Undata Palu yang banyak sekali berisi pasien dan juga korban gempa. Di rumah sakit ini, genset sangat dibutuhkan untuk  memastikan alat-alat kesehatan yang beroperasi bisa tetap berjalan. Di RS Undata sendiri kabarnya ada lebih dari 200 korban bencana gempa dari tsunami. Sbeagian besar korban gempa ini mengalami patah tulang dikarenakan tertindih reruntuhan bangunan. Banyak sekali di antara pasien yang merupakan anak-anak dan juga ibu hamil.

Tak hanya ke RS Undala saja, Pertamina juga mengirimkan bahan bakar solar untuk genset mencapao lebih dari 2 ribu liter ke RS Parigi. Selain itu, Pertamina juga menyalurkan 2 ribu liter solar ke kantor PLN Palu, serta 5 ribu liter ke Posko Basarnas. Aliran solar yang berjumlah sangat banyak ini diharapkan bisa membantu menyalakan genset raksasa yang sengaja dipasang untuk memenuhi kebutuhan listrik para korban bencana.

Bahan bakar memang menjadi komponen yang sangat penting dalam memastikan genset bisa terus menyala. Genset sendiri sebenarnya bisa diisi dengan dua jenis bahan bakar, yakni bensin dan solar. Untuk mengisi bahan bakar sendiri tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Apa pun merek genset yang dipakai mulai dari genset Yanmar hingga genset Foton, haruslah diperhatikan dengan baik cara pengisiannya supaya lebih aman.

Sebab genset sendiri pada dasarnya merupakan mesin yang sangat panas dan bisa dengan mudah mengeluarkan percikan api. Jadi bisa dibayangkan kalau pengisian bahan bakar tidak dilakukan secara hati-hati, dapat timbul ledakan maupun kebakaran. Hal pertama yang perlu dilakukan dalam pengisian bahan bakar adalah memastikan jika genset ada dalam kondisi dingin. Sebab jika solar yang mudah terbakar terpercik ke area mesin genset yang panas, maka bisa memicu timbulnya ledakan.

Ada baiknya untuk mematikan genset terlebih dahulu saat mengisi bahan bakar. Namun jika genset tidak bisa dimatikan, maka gunakan alat pengisian yang memiliki moncong supaya tidak ada bahan bakar yang tumpah ke bagian lain dari genset. Atau bisa juga menggunakan corong untuk pengisian sehingga tetap rapi dan tak ada bahan bakar yang terpercik. Pastikan untuk tidak mengisi bahan bakar sampai meluber, sisakan tempat untuk udara supaya mesin tidak terlalu panas.

Write a Reply or Comment