SMK Donggala Akan Jalani UNBK Dengan Tenang Berkat Adanya Genset

genset handal ABC Power
ilustrasi

Ujian Nasional Berbasis Kompetensi atau UNBK memang sudah menggantikan ujian nasional dengan sistem kertas. Sebelumnya, ujian nasional dilakukan dengan mendistribusikan soal dalam bentuk lembaran dan siswa harus menjawab dengan menghitamkan lembar jawaban yang nantinya akan discan oleh komputer. Sistem lama tersebut dianggap sangat merepotkan karena proses pencetakan soal dan pendistribusian yang memakan waktu sangat lama dan membutuhkan banyak biaya.

Belum lagi, dengan sistem yang melibatkan banyak orang tersebut, resiko terjadinya kebocoran soal juga cukup besar. Seperti yang diketahui, seringkali menjelang ujian nasional banyak beredar kunci jawaban yang diperjualbelikan dengan harga tinggi. Nah, pelaksanaan ujian dengan basis komputer ini sendiri diharapkan bisa meningkatkan efisiensi sekaligus mencegah adanya kecurangan pada siswa. Diharapkan juga kualitas nilai bisa menjadi lebih baik karena tidak terjadi kesalahan teknis yang menyebabkan lembar jawaban kertas tidak bisa dibaca oleh komputer seperti sebelumnya.

Namun dalam penyelenggaraan UNBK ini ada hal yang sering dikhawatirkan, yakni jika ada pemadaman listrik. Seluruh proses ujian yang harus menggunakan komputer jelas akan terganggu jika ada pemadaman listri. Akibatnya siswa yang akan menerima dampaknya dan bisa jadi hal tersebut menyebabkan nilai mereka anjlok. PLN sendiri meski sudah  menjamin untuk menyediakan pasokan listrik saat UNBK, namun masih tak bisa menjamin tak akan ada pemadaman terlebih lagi jika dalam kondisi darurat misalnya terjadi bencana alam.

Maka dari itu, PLN menghimbau setiap sekolah untuk menyediakan genset yang bisa dijadikan back up pada saat ujian. Sayangnya, harga genset yang tidak murah menjadikan tidak semua sekolah bisa membelinya. Seperti yang terjadi di SMK 1 Benawa Donggala, di sana pemadaman listrik cukup sering terjadi namun sekolah belum memiliki genset. Beruntung SMK 1 Benawa Donggala ini menerima bantuan dari surat kabar lokal Yogyakarta, yakni KRJogja. Bantuan genset tersebut sudah diberikan kepada Kepala Sekolah SMK 1 Benawa Donggala pada tanggal 11 Januari 2019 lalu.

Bantuan ini sendiri diserahkan oleh KRJogja kepada Bupati Donggala dan kemudian diberikan kepada Kepala SMK 1 Benawa Donggala. Genset dengan harga Rp 14 juta ini disambut gembira oleh pihak sekolah karena diakuinya bahwa sekolah memang sangat membutuhkan genset terutama dengan masa UNBK yang sudah semakin dekat.

Menurut Kepala SMK 1 Benawa Donggala, nantinya akan ada 200 siswa dan siswa yang memgikuti UNBK tahun ini. Namun pelaksanaan UNBK tersebut terpaksa dilakukan secara bergantian karena jumlah komputer yang tidak mencukupi. Jadi diperkirakan dalam sehari akan ada beberapa sesi ujian. Menurut sang kepala sekolah, adanya genset ini akan sangat membantu menjamin kelancaran berjalannya ujian nasional berbasis komputer.

Dan tak hanya itu saja, menurutnya setelah UNBK genset ini juga akan sangat berguna untuk dipakai berbagai kegiatan. Apalagi dengan menggunakan bahan bakar solar yang tidak terlalu mahal, maka adanya genset ini bisa menekan biaya operasional. Hingga saat ini di SMK 1 Benawa Donggala sendiri memang baru ada satu genset namun genset tersebut sudah bisa mencukupi kebutuhan sekolah. Genset tersebut juga sudah sangat layak untuk menyediakan energi listrik di saat ada pemadaman pada jam-jam belajar mengajar.

Kepala SMK 1 Benawa Donggala pun mengucapkan terimakasih kepada KRJogja dan seluruh pembaca yang menyumbangkan dananya untuk membelikan genset yang sangat berguna bagi sekolah mereka.

Write a Reply or Comment