Jelang UNBK, Jember-Lumajang Manfaatkan Genset Untuk Hindari Pemadaman

genset untuk backup UNBK
ilustrasi

UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Komputer merupakan sistem baru dari ujian nasional di mana proses penjawaban soal tidak menggunakan lembar kertas melainkan memakai komputer. Dalam istilah lain, ujian berbasis komputer ini disebut dengan CBT atau Computer Based Test. Adanya UNBK ini disebut bisa meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Selain itu, proses kolaborasi dengan berbagai sistem juga menjadi lebih  mudah misalnya saja dengan E-Raport dan juga Dapodik.

Ada keunggulan lain dari pelaksanaan UNBK ini yaitu mempermudah pelaksanaan ujian. Seperti yang diketahui, setiap tahunnya saat akan dilaksanakan ujian nasional, proses pembuatan dan pendistribusian soal serta lembar jawaban memakan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak murah. Sedangkan kalau menggunakan komputer, tak perlu lagi dilakukan proses yang panjang dan memakan waktu lama. Selain itu, ujian berbasis komputer ini juga akan memperkecil kemungkinan tersebarnya kunci jawaban. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas lulusan dan membuat siswa tidak tergantung pada kunci bocoran.

Bukan hanya itu saja, ujian nasional berbasis komputer ini juga menjadikan siswa jauh lebih terampil dan terbiasa dalam menggunakan komputer. Diharapkan, ke depannya sistem ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk lebih ahli dalam mengoperasikan perangkat elektronik terutama komputer.

Baca juga: Ini Yang Terjadi Kalau Bioskop Tak Punya Genset

Nah, UNBK ini sendiri akan dilakukan di bulan April, untuk anak SMP dan sederajat. Persiapan matang pun dilakukan untuk menyukseskan penyelenggaraan UNBK ini. Seperti yang terlihat di Jember dan Lumajang, PLN sudah memastikan untuk memaksimalkan dan menjaga listrik supaya bisa memenuhi kebutuhan selama UNBK. Sebab bisa dibayangkan, dalam waktu yang bersamaan akan ada ribuan komputer yang menyala serentak untuk mengerjakan soal ujian. Tanpa adanya pasokan listrik yang cukup, dikhawatirkan bisa terjadi pemadaman yang jelas akan mengganggu proses ujian.

Meski sudah menjamin kalau pasokan listrik tercukupi, tapi di sisi lain PLN juga menghimbau agar pihak sekolah SMP dan sederajat yang ada di daerah Jember serta Lumajang untuk menyediakan genset. Salah satu caranya adalah dengan mencari tempat yang menjual genset di saat waktu UNBK masih cukup jauh. Sebab meski dari pihak PLN memastikan tidak akan ada masalah, bisa jadi ada bencana alam atau hal lain yang mengharuskan pemadaman sementara. Misalnya saja, saat terjadi angin besar dan pohon roboh sehingga harus dilakukan pemindahan, sudah merupakan prosedur wajib jika listrik harus dimatikan sementara waktu.

Padahal menit demi menit sangatlah berharga saat ujian, sehingga siswa tentu tidak bisa dibiarkan untuk menunggu terlalu lama. Maka dari itu untuk menghindari berbagai kemungkinan terburuk, PLN berharap setiap sekolah sudah memiliki genset yang bisa difungsikan ketika terjadi pemadaman. Dengan adanya genset ini, maka energi listrik bisa tergantikan dan ujian pun akan berjalan dengan lebih lancar. Jadi dengan kata lain, genset ini akan difungsikan sebagai back up jika sewaktu-waktu terjadi gangguan atau pemadamman darurat yang harus dilakukan oleh PLN Jember dan juga Lumajang.

Tapi di sisi lain, PLN juga menghimbau agar sekolah yang daya listriknya masih terbatas, untuk segera menambah daya listrik supaya pelaksanaan UNBK bisa berjalan dengan lancar. Di Jember sendiri, ada sekitar 35 ribu siswa SMP sederajat yang pada bulan April 2019 nanti akan melakukan UNBK. Pemerintah Provinsi berharap agar ujian bisa berjalan dengan lancar dan tak ada gangguan apapun sehingga para siswa pun bisa memperoleh hasil yang memuaskan.

Write a Reply or Comment